Kamis, 28 Juni 2012

El Futbol et Torna el Que li Dones ; Sepakbola dan Gelora Delta

Sepakbola memiliki caranya sendiri untuk mempengaruhi setiap anak manusia. Andrea Hirata dalam buku-bukunya menjelaskan bagaimana sepakbola begitu berpengaruh dalam hidupnya, bahkan dia memiliki sebuah  buku yang bertema sepakbola di buku Sebelas Patriot, atau bagaimana Raditya Dika menceritakan sepakbola dalam hidupnya secara komedi tentu saja.


Bagi saya, sepakbola sendiri lebih dari sekedar permainan.dari saya. Saya mulai mengenal sepakbola sejak masa kecil saya, bermain di pojok lapangan kala para remaja bermain di tengah melawan institusi atau klub lain, atau bermain di lapangan serbaguna (yang ada lapangan voli di tengahnya) yang tentu saja membutuhkan   skill khusus hanya agar tidak tersangkut di net voli :D.

Saat itu sepak bola Italia masih jadi primadona dan hingar bingar sepakbola Inggris belum sementereng sekarang. Liga Jerman dan Liga Spanyol juga masih ada di tv lokal, tentu liga spanyol membuat anak-anak di masa itu bangun pagi di hari minggu hanya sekedar melihat Rivaldo atau Zidane :D. Tentang tim yang berpengaruh di hidup saya mungkin akan saya bahas di post selanjutnya :p.

Saat itu, saya masih tinggal di Surabaya, di sana budaya sepakbola sangat mengakar di masyaraktnya. Siapa yang tidak tahu Bonek? Saya tentu juga mensupport klub lokal di sana.

"Klub luar negeri itu ibaratnya idola, kalo klub kota kita itu idola dan juga keluarga :)"
Claudio Pronetto
 Saya mensupport Deltras Sidoarjo di masa-masa kelas 3 atau 4 SD. Simpel karena jarak ke Gelora Delta waktu itu dekat, bapak saya tidak suka nonton di stadion jadi saya berangkat dengan tetangga naik commuter, hanya 4 stasiun commuter line dari rumah sisanya tinggal naik angkot atau jalan kaki kalo mau. Pertandingan pertama yang saya lihat itu Deltras lawan Persiba, saya masih ingat bagaimana euforia pertandingan saat itu, sempat 1-1, dan akhirnya dimenangkan Deltras 3-1 dan stadion pun meledak dalam euforia :). Datang ke stadion kemudian menjadi candu saya nonton saat Deltras lawan Persija, Persib, Bontang FC, Persibo, Persmin, dan masih banyak yang lain. Saya jarang nonton kalau lawannya klub yang secara geografis dekat. Anda tahu sendiri bagaimana iklim sepakbola dan iklim suporter di Indonesia yang rawan bentrok. Jujur, saya waktu itu juga mengharap kondisi di mana masyarakat bisa menonton sepakbola dengan aman layaknya di Eropa, semoga saja :).

Saat umur bertambah sedikit, ada keberanian untuk nonton di Gelora Sepuluh November, dan saya masih merinding kalo mengingat saat itu. Hanya pertandingan biasa, bukan penentuan juara atau degradasi tapi atmosfernya sangat-sangat keren. Mungkin karena hal itu saya juga sekarang mengikuti perkembangan Persebaya meskipun karena pindah rumah hanya menjadi Casual Fans saja. Tapi, saya juga bingung, dulu waktu masih di Surabaya, hubungan Bonek - Delta Mania itu aman-aman saja, tapi kok sekarang memanas ya. Coba saya masih tinggal di sana.. hehe

Jujur, saya sekarang sering merindukan atmosfer stadion  Gelora Delta atau Gelora Sepuluh November. Madiun tidak punya budaya sepak bola, mungkin sekarang masih coba dibangun dengan adanya MPFC. Saya ingat dulu waktu mau pindah pertanyaan pertama saya itu "Bapak, Madiun itu klub sepakbolanya apa?" Hehe.

Ada kebanggaan saat mendukung suatu klub sepakbola, saya sering merasa semakin dewasa saat berada di stadion, saat bernyanyi bersama, saat gembira merayakan gol, merayakan kemenangan, dan belajar tentang kehidupan.

"Demokrasi sesungguhnya ada di stadion." Yuli Sumpil

Kadangkala suporter dan stadion mengajarkan lebih banyak dari sekolah, layaknya sekolah kehidupan. Stadion mengajarkan kita tentang kebersamaan, tentang persatuan, tentang bersuara, tentang mendukung, tentang tanggung jawab, tentang sikap ketika menang, tentang menerima kekalahan, menuju kedewasaan, dan tentang kehidupan :).

"Some people believe football is a matter of life and death, It's much more important than that" Bill Shankly


------------------------------------------------------------
*penulis adalah seorang (calon) mahasiswa. pernah ke shoot kamera ANTV saat pertandingan Deltras vs. Persiba Balikpapan :p.

@Dhika_Yudha

Minggu, 27 Mei 2012

My Thanks To You,

SNMPTN Undangan 2012 menjadi hal yang berkesan. Alhamdulillah saya diterima di Teknik Nuklir Universitas Gadjah Mada :).. Sesuatu yang saya impikan, sesuai minat saya, dan saran dari seseorang yang saya kagumi.

Semoga saya bisa mengukir jalan yang baik di kampus biru. Biru layaknya tempat ini akan membawaku ke cita-citaku yang tinggi seperti langit yang biru, biru seluas samudra selayaknya generasi emas bangsa ini (menurut Mendiknas pas perayaan Hardiknas, I swear) yang akan membawa perubahan kepada bangsa ini, dan haru biru kegembiraan sebagai seseorang yang dijadukan panduan bagi saudara-saudara saya yang lebih muda.

Saya sadar ini It's not the end, It's just the beginning :). Saya masih memiliki banyak impian selepas masuk ke TN UGM.


"I'm afraid that if my dream is realized, I'll have no reason to go on living." 

The Alchemist by Paulo Coelho

 And in the end of this post, I would like to thank all of you to give me courage, optimism to choose this subject, give me support, teach me about life, and give me Love :), Thanks Allah SWT, my family, my friends, my great 24 classmates, my partner in crime @meghundul, my 'beside-my-seat' @putra9, and all of you :)

Kamis, 17 Mei 2012

Champions League Final and It's Already One Year

This post is dedicated to all my friends especially my great 24 classmates :)

 Bayern Munchen vs. Chelsea.. Allianz Arena 19 Mei 2012 mungkin hanya 1 pertandingan, but this match means it's already one year.

Sudah satu tahun saudara-saudara.

 satu tahun study tour ke Jakarta (BGM : Cindy B - I Fall In Love In Jakarta #tsaaah)

 satu tahun Olimpiade di Surabaya dengan teman-teman yang luar biasa

 satu tahun @dzakok pindah (visit his blog here : http://dzakok.blogspot.com/)

 satu tahun Barca juara Eropa (ya iyalah, ini mah final tahun lalu)

 satu tahun pindah rumah

 satu tahun terakhir sama temen2 #AXCEND, you're the best absolutely :)

satu tahun terakhir di SMA, dan

 satu tahun sendiri #eaaaa

 overall, this year had been amazing. banyak momen pendewasaan diri selama setahun ini, dari mantan yg jadian (dan teori kalo mantan jadian tambah cantik terbukti), unrequited love, menghadapi tekanan-tekanan pelajaran, dan UN yang entah gimana nyebutnya.
AXCEND

we've come to the final story 
all of it has passed behind me 
with my smile and now i'm ready for my next step again 






sadar atau enggak kita gak mungkin jadi orang yang sama kayak kita kemarin, apalagi satu tahun kemarin. "Kok sekarang berubah?" sering banget kita denger. Malah aneh kan bro kalo gak berubah, Life keeps on turning, Life happens, Shit happens. If It's one year and you're not changing, seriously go get a life :).

sincerely, I'm thanking all of my friends particularly my great 25 classmates (plus mbah'e pojokan):). for this one year, for every moments counts every minutes counts. You make me change into a better person and all the lesson about "life" :)


 Thanks,
 your friend, your fan, your lover



 Andhika Yudha P