Bagi saya, sepakbola sendiri lebih dari sekedar permainan.dari saya. Saya mulai mengenal sepakbola sejak masa kecil saya, bermain di pojok lapangan kala para remaja bermain di tengah melawan institusi atau klub lain, atau bermain di lapangan serbaguna (yang ada lapangan voli di tengahnya) yang tentu saja membutuhkan skill khusus hanya agar tidak tersangkut di net voli :D.
Saat itu sepak bola Italia masih jadi primadona dan hingar bingar sepakbola Inggris belum sementereng sekarang. Liga Jerman dan Liga Spanyol juga masih ada di tv lokal, tentu liga spanyol membuat anak-anak di masa itu bangun pagi di hari minggu hanya sekedar melihat Rivaldo atau Zidane :D. Tentang tim yang berpengaruh di hidup saya mungkin akan saya bahas di post selanjutnya :p.
Saat itu, saya masih tinggal di Surabaya, di sana budaya sepakbola sangat mengakar di masyaraktnya. Siapa yang tidak tahu Bonek? Saya tentu juga mensupport klub lokal di sana.
"Klub luar negeri itu ibaratnya idola, kalo klub kota kita itu idola dan juga keluarga :)"
| Claudio Pronetto |
Saat umur bertambah sedikit, ada keberanian untuk nonton di Gelora Sepuluh November, dan saya masih merinding kalo mengingat saat itu. Hanya pertandingan biasa, bukan penentuan juara atau degradasi tapi atmosfernya sangat-sangat keren. Mungkin karena hal itu saya juga sekarang mengikuti perkembangan Persebaya meskipun karena pindah rumah hanya menjadi Casual Fans saja. Tapi, saya juga bingung, dulu waktu masih di Surabaya, hubungan Bonek - Delta Mania itu aman-aman saja, tapi kok sekarang memanas ya. Coba saya masih tinggal di sana.. hehe
Jujur, saya sekarang sering merindukan atmosfer stadion Gelora Delta atau Gelora Sepuluh November. Madiun tidak punya budaya sepak bola, mungkin sekarang masih coba dibangun dengan adanya MPFC. Saya ingat dulu waktu mau pindah pertanyaan pertama saya itu "Bapak, Madiun itu klub sepakbolanya apa?" Hehe.
Ada kebanggaan saat mendukung suatu klub sepakbola, saya sering merasa semakin dewasa saat berada di stadion, saat bernyanyi bersama, saat gembira merayakan gol, merayakan kemenangan, dan belajar tentang kehidupan.
"Demokrasi sesungguhnya ada di stadion." Yuli Sumpil
Kadangkala suporter dan stadion mengajarkan lebih banyak dari sekolah, layaknya sekolah kehidupan. Stadion mengajarkan kita tentang kebersamaan, tentang persatuan, tentang bersuara, tentang mendukung, tentang tanggung jawab, tentang sikap ketika menang, tentang menerima kekalahan, menuju kedewasaan, dan tentang kehidupan :).
"Some people believe football is a matter of life and death, It's much more important than that" Bill Shankly
------------------------------------------------------------
*penulis adalah seorang (calon) mahasiswa. pernah ke shoot kamera ANTV saat pertandingan Deltras vs. Persiba Balikpapan :p.
@Dhika_Yudha